bizznessday – Pasar modal Indonesia diperkirakan kembali ramai dengan gelombang Initial Public Offering (IPO) sepanjang 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat belasan perusahaan dalam antrean IPO, dengan mayoritas berasal dari kategori perusahaan beraset besar.
Bagi investor, IPO selalu menjadi momen yang menarik. Di satu sisi, saham baru berpotensi memberikan keuntungan besar apabila perusahaan memiliki fundamental yang kuat dan valuasinya masih menarik. Di sisi lain, tidak semua saham IPO mampu mempertahankan performa positif setelah resmi diperdagangkan di bursa.
Karena itu, memilih saham IPO tidak boleh hanya berdasarkan popularitas nama perusahaan. Investor perlu melihat kualitas bisnis, prospek industri, laporan keuangan, hingga valuasi yang ditawarkan.
Berikut enam calon saham IPO yang paling banyak menjadi perhatian pasar berdasarkan informasi yang telah beredar hingga pertengahan 2026. Perlu dicatat bahwa sebagian di antaranya masih berupa perusahaan yang disebut dalam pipeline atau rumor pasar, sehingga jadwal dan detail IPO dapat berubah sewaktu-waktu.
Mengapa Saham IPO Selalu Menarik?
IPO merupakan proses ketika sebuah perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kali. Dana yang diperoleh biasanya digunakan untuk ekspansi bisnis, melunasi utang, atau memperkuat modal kerja.
Bagi investor, membeli saham sejak awal dapat memberikan peluang memperoleh keuntungan apabila perusahaan berkembang pesat setelah melantai di bursa.
Namun perlu dipahami bahwa IPO juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan membeli saham perusahaan yang sudah lama tercatat di BEI. Data historis perusahaan sebagai emiten publik masih terbatas sehingga analisis harus dilakukan dengan lebih cermat.
Enam Calon Saham IPO yang Paling Dinantikan
1. Titan Infra Sejahtera
Titan Infra Sejahtera menjadi salah satu nama yang paling sering disebut sebagai calon emiten besar. Perusahaan ini bergerak di bidang logistik, infrastruktur, pelabuhan, dan rantai pasok batu bara di Sumatera Selatan.
Prospeknya cukup menarik karena memiliki aset infrastruktur yang relatif lengkap dan bisnis yang sudah berjalan dalam skala besar. Namun investor juga perlu mempertimbangkan bahwa sektor batu bara sangat dipengaruhi harga komoditas global dan kebijakan transisi energi.
2. Pertamina Hulu Energy (PHE)
Pertamina Hulu Energy atau PHE telah lama menjadi salah satu IPO yang paling dinantikan pasar.
Sebagai anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor hulu migas, PHE memiliki aset strategis dan kontribusi besar terhadap produksi energi nasional.
Jika benar melantai di bursa, saham ini berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar di Indonesia. Namun hingga kini belum ada jadwal resmi pencatatan saham yang diumumkan.
3. Inalum
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), anggota holding tambang MIND ID, juga beberapa kali disebut dalam berbagai laporan sebagai calon emiten potensial.
Prospek perusahaan ini cukup menarik karena Indonesia sedang mendorong hilirisasi mineral dan pengembangan industri kendaraan listrik yang membutuhkan aluminium.
Meski demikian, investor tetap perlu menunggu prospektus resmi untuk mengetahui valuasi dan penggunaan dana hasil IPO.
4. Medco Power
Medco Power bergerak di sektor pembangkit listrik, termasuk energi terbarukan.
Di tengah tren transisi energi dan meningkatnya investasi pada sektor hijau, perusahaan seperti Medco Power memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik.
Jika strategi bisnisnya lebih banyak mengarah pada energi rendah karbon, prospek jangka panjangnya berpotensi menarik bagi investor yang mengincar sektor energi bersih.
5. Orang Tua Group
Orang Tua Group dikenal sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia dengan berbagai merek yang sudah sangat dikenal masyarakat.
Sektor consumer goods biasanya memiliki karakter bisnis yang lebih stabil dibandingkan sektor komoditas karena permintaan produk kebutuhan sehari-hari relatif konsisten.
Apabila IPO benar terlaksana, saham ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling banyak diminati investor ritel. Namun hingga saat ini perusahaan belum mengumumkan jadwal resmi IPO.
6. Neo Energy
Neo Energy menjadi salah satu nama yang mulai banyak diperbincangkan karena bergerak di sektor hilirisasi nikel dan material baterai kendaraan listrik.
Prospek industri baterai diperkirakan masih sangat besar seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik secara global. Jika perusahaan mampu membangun rantai pasok yang kuat, peluang pertumbuhannya cukup menarik.
Meski demikian, sektor ini juga membutuhkan investasi besar dan sangat dipengaruhi perkembangan harga mineral dunia.
Perbandingan Singkat Enam Calon IPO
| Perusahaan | Sektor | Prospek |
|---|---|---|
| Titan Infra Sejahtera | Logistik & Infrastruktur Batu Bara | Tinggi, tetapi sensitif terhadap harga komoditas |
| Pertamina Hulu Energy | Migas | Sangat tinggi dengan aset strategis |
| Inalum | Aluminium & Hilirisasi | Menarik seiring industrialisasi nasional |
| Medco Power | Energi | Prospek baik terutama energi terbarukan |
| Orang Tua Group | Consumer Goods | Stabil dan defensif |
| Neo Energy | Material Baterai EV | Potensi pertumbuhan tinggi namun berisiko lebih besar |
Mana yang Paling Worth It?
Jika mempertimbangkan kualitas bisnis dan stabilitas pendapatan, Orang Tua Group dan Pertamina Hulu Energy berpotensi menjadi pilihan paling menarik apabila benar melantai di BEI. Keduanya memiliki bisnis yang sudah dikenal luas dan skala operasional yang besar.
Bagi investor yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi, Neo Energy dan Medco Power menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang karena berada di sektor energi baru dan kendaraan listrik yang sedang berkembang.
Sementara Titan Infra Sejahtera dan Inalum layak diperhatikan karena memiliki aset strategis, tetapi performanya lebih dipengaruhi siklus komoditas dan kondisi ekonomi global.
Hal yang Wajib Dicek Sebelum Membeli Saham IPO
Banyak investor tergoda membeli saham IPO hanya karena antusiasme pasar. Padahal keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada analisis yang matang.
Prospektus perusahaan menjadi dokumen utama yang perlu dipelajari. Dari sana investor dapat mengetahui kondisi keuangan, tingkat utang, penggunaan dana hasil IPO, risiko usaha, hingga valuasi yang ditawarkan.
Selain itu, penting juga membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan emiten sejenis yang sudah lebih dulu tercatat di BEI. Harga yang terlalu mahal dapat membatasi potensi kenaikan saham setelah IPO.
Tidak Semua IPO Langsung Memberikan Keuntungan
Sejarah pasar modal menunjukkan bahwa tidak semua saham IPO langsung melonjak setelah listing. Ada emiten yang mencatat kenaikan signifikan pada hari pertama perdagangan, tetapi ada pula yang justru turun di bawah harga penawaran.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengejar potensi keuntungan jangka pendek. Memilih perusahaan dengan fundamental yang sehat dan prospek bisnis yang jelas sering kali memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
Dengan masih banyaknya perusahaan besar yang masuk pipeline IPO 2026, peluang investasi tetap terbuka lebar. Namun keputusan terbaik tetap bergantung pada kualitas masing-masing emiten, valuasi saat penawaran, serta kesesuaiannya dengan profil risiko dan tujuan investasi setiap investor. Perlu diingat pula bahwa daftar perusahaan dalam pipeline BEI dapat berubah sewaktu-waktu hingga proses IPO benar-benar efektif.
Referensi
Bursa Efek Indonesia (BEI)
https://www.idx.co.id
IDX Channel – BEI Kantongi 15 Perusahaan Antre IPO 2026
https://www.idxchannel.com/market-news/bei-kantongi-15-perusahaan-antre-ipo-mayoritas-emiten-aset-besar-dominasi-pipeline-2026
CNBC Indonesia – Bocoran 12 Emiten IPO di 2026
https://www.cnbcindonesia.com/research/20251209064658-128-692309/bocoran-12-emiten-ipo-di-2026-bank-jakarta–emiten-prajogo-pangestu
Tirto – Info Saham IPO yang Akan Datang 2026
https://tirto.id/info-saham-ipo-yang-akan-datang-2026-apa-saja-hoBG
Katadata – BEI Bocorkan Kabar IPO 6 Emiten Jumbo di 2026
https://katadata.co.id/finansial/bursa/6945334b9423a/bei-bocorkan-kabar-ipo-6-emiten-jumbo-di-2026-apa-saja